Pages

Thursday, February 25, 2016

Indonesia~



Ich bin zur Zeit in Indonesien.

Saya sekarang berada di Indonesia. Sampai akhir Maret insyaAllah. Jika ada temen2 yg mau tanya2 langsung tentang Jerman silahkan. Oya hari Minggu ini, 28 Februari 2016 ada acara Gathering Grup Jerman di Gedung Hallo pos 161. Sekolah Tinggi Manajemen Logistik. Jl. Sari Asih 54 Sarijadi Bandung. Bagi yg mau & ada keluangan waktu silahkan datang. Semoga insyaAllah bisa menambah informasi mengenai kuliah di Jerman dan serba serbi lainnya :)

Saturday, February 6, 2016

Beasiswa Kedokteran Jerman (2)

3 Alasan untuk Mendapatkan Beasiswa

1. Beasiswa membawa banyak keuntungan


  • Keuntungan finansial : Beasiswa memudahkan proses studi kita. Kita bisa membiayai hampir semua kebutuhan selama studi. Contoh beasiswa itu misalnya Lebensunterhaltstipendien (Beasiswa yang membiayai kebutuhan hidup), Studiengebührenstipendien (Beasiswa biaya kuliah) dan Forschungskostenzuschüsse (Beasiswa penelitian).
  • Mempercantik CV : Beasiswa menjadikan nilai plus dalam CV kita, yang akan memudahkan lamaran-lamaran beasiswa selanjutnya. 
  • Ideelle Leistungen : Banyak mahasiswa yang mendapatkan beasiswa juga mendapatkan fasilitas-fasilitas lainnya. Misalnya seminar dan event-event lain yang nantinya menambah Network kita ;)
2. Pilihan beasiswa sangatlah banyak

3. Proses pencarian cuma butuh beberapa menit saja

  • Silahkan iseng buka myStipendium.de Dalam beberapa menit saja kita akan menemukan list pemberi beasiswa yang sesuai dengan kriteria. Cukup pilih kriteria beasiswa misal beasiswa S1/S2, beasiswa praktikum, beasiswa jurusan kedokteran dsb. 

Viel Erfolg!!! 
& mohon doanya untuk kesuksesan ujian saya (Anästhesie-Humangenetik-Chirurgie-Klin.Chemie-Pharmakologie-Radiologie) dalam waktu dekat :D 

Friday, January 15, 2016

Dede Gembul Fahsya

Lebaran tahun 2014 - di salah satu rumah makan sunda.




"Teh Syifa! tadi dede main perosotan.. asik loh. Dadanya dug dug dug, bunyi gituu." sahut Fahsya pada diriku kegirangan.




Skype 2014

"Ade Fahsya teteh punya coklat, kalo teteh pulang mau teteh bawain gaaa?" rayuku pada si anak gembul satu ini di depan layar laptopku.

"Mau..!!! teteh Syifa kalo pulang bawain coklat ya.. buat dede sama Aa..", sahutnya dengan gaya anak kecil memelas.

Tubuhnya yang bulat dan pipinya yang gembil sampai membuat bibirnya seakan tak memiliki ruang lagi di wajahnya. Siapa yg tidak gemas dengan anak kecil seperti itu?



Meskipun aku tahu berat badannya diatas batas normal, aku tetap senang menyuapinya dengan berbagai macam makanan.

Fachri, kakaknya yg bertubuh kurus dan tinggi. Aku tahu bahwa dia jg sangat menyayangi adik kecil gembilnya itu.


Minggu, 10 januari 2016 lalu.

Badan Fachri panas. Ia tidak ingin ikut kumpul bersama saudara-saudara lainnya di acara arisan keluarga. 

"Engki.. Aa ga mau ikut main kalo dede ga ikut..", kata Fachri pada kakek kami. 

"Ayuk dede ikut yuk A.." jawab Fahsya pada Engki.


Kamis malam, 14 Januari 2016.

"Dede ga mau ke rumah sakit..", rengek Fahsya pagi itu.

"Dede kan pengen sembuh.. nanti kalo sehat bisa ketemu teteh Syifa. Kan teteh Syifa bentar lagi pulang..", bujuk Ibunya yang sudah tak tega melihat anaknya sakit, demam tinggi sejak tadi malam.

Sampai akhirnya Fahsya dilarikan ke rumah sakit. Tak sadarkan diri. Alat pacu jantung diletakkan pada tubuhnya. Dan Fahsya pun duluan meninggalkan kami semua. Meninggalkan kakanya Fachri, yang juga masuk ruang ICU pagi tadi. Meninggalkan mama tersayangnya, juga keluarga Bani Darmita.

Fachri yang keadaannya sudah membaik kembali drop mendengar adik gembilnya sudah tiada.

Dede gembil, Fahsya Adrian Fizikri semoga Dede bisa jadi pengantar mama ke pintu surga ya.. Makasih sudah jadi anak baik.. Jadi jagoannya Mama dan Aa Fachri..

Aa, Fahri Hayya Wulida jangan sedih.. Teteh Syifa & Khansa siap diajak main! :D cepet sembuh ya Aa ganteng.. sehat kuat..

Teteh Syifa & teteh Khansa sayang Aa Fachri dan Dede Fahsya..



Sunday, January 10, 2016

Beasiswa Kedokteran Jerman (1)

Fakta yang salah mengenai Beasiswa :

1. Pemberi beasiswa hanya mencari yang pintar dan yang membutuhkan uang.

Salah besar!!! Pilihan beasiswa sangat amat banyak. Kalian bisa menemukan banyak pilihan beasiswa dari beasiswa yang mencari dari latar belakang  jurusan kuliah, pekerjaan orang tua sampai tempat dimana kamu lahir.

2. Hanya ada sedikit pemberi beasiswa.

Salah! Di Jerman ada sekitar 2000 yayasan pemberi beasiswa. Kira-kira 1 dari 5 pemberi beasiswa tidak menemukan pelamar beasiswa yang tepat.

3. Beasiswa hanya untuk mahasiswa baru.

Jelas sekali salah! Ada banyak sekali yayasan yang memberikan beasiswa untuk mahasiswa di tengah semester, atau untuk lanjutan. Bahkan banyak pemberi beasiswa yang mensponsori selama kamu Praktikum/Famulatur, melakukan penelitian atau menulis Thesis.

4. Terlalu banyak yang mendaftar - ga ada kesempatan untuk saya.

Itu ga terlalu benar! lebih dari 2/3 mahasiswa belum pernah sama sekali melamar beasiswa. Studi menunjukkan bahwa 41% pelamar beasiswa mendapatkan beasiswa yang diinginkan. Lebih dari 90% Lamaran beasiswa hanya menemukan 1% yang pas. Also, nutze jetzt deine Chance!

5. Untuk daftar beasiswa memakan waktu lama.

Ini juga salah. Coba buka myStipendium.de dalam hitungan menit aja kalian akan nemuin list pemberi beasiswa yang cocok. Juga informasi dokumen-dokumen apa yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa itu.

6. Dengan uang beasiswa ga nutupin biaya hidup..

Salah banget! Banyak yayasan yang memberi Vollstipendien (beasiswa full). Dengan uang itu bisa menutupi biaya hidup kalian. Bahkan kalo hidup hemat bisa Surplus :D

7. Cuma ada beasiswa yang membiayai biaya hidup.

Salah. Beasiswa bisa membantu semuanya. Bisa secara keseluruhan yaitu biaya hidup, untuk penelitian, menulis thesis, praktikum dan lain-lain.


Sumber : mystipendium & mediclin.


Wednesday, December 30, 2015

Lukas Menjadi Muslim Berkat Media yang Membenci Islam

[Mohon maaf sebelumnya jika ada pihak yang tersinggung]

Lukas menjadi muslim sejak Februari 2015. Mendapat hidayah dari media-media Jerman. Bahwa media selalu memberitakan hal-hal buruk tentang islam, misalnya pembunuhan, terorisme dsb Lukas mulai mencari tahu apa sebenarnya islam itu.

Ia mulai memesan Al-Quran gratis pada "LIES". l
LIES adalah salah satu organisasi islam di Jerman yang mengenalkan islam pada masyarakat lewat berbagi Quran gratis. Program ini bahkan sudah berkembang sampai ke negara tetangga seperti Inggris, Turki, Belanda, Swedia dan Austria.

Sejak Lukas memulai membaca terjemahan Al-Quran secara perlahan, ia semakin yakin bahwa agama ini lah yang benar. Bukan buatan manusia. Dan pada saat itu Lukas memutuskan untuk berpindah agama menjadi islam.

Lukas pun berpesan pada teman-teman muslim yang tidak pernah melakukan solat, untuk kembali mentaati apa yang Al-Quran tulis sebagai pedoman. Karena hanya itu satu-satunya tuntunan.

Ia juga berpesan untuk teman-teman Jerman yang sudah menjadi Muslim untuk tidak mslu menunjukkan identitas sebagai muslim kepada lingkungan sekitar.

Lewat kata-kata seorang penjahat, aku menjadi Muslim.


[Mohon maaf sebelumnya jika ada pihak yang tersinggung]

Saya hanya ingin berbagi cerita yang ada dalam video ini. Video berbahasa Jerman yang menceritakan jalan cerita seorang Mualaf.

Philip namanya. Ia mulai menjadi muslim sejak 4 tahun yang lalu. Ia dibesarkan dari keluarga kristen. Keberadaan Tuhan ia yakini sejak dulu. Sampai suatu saat ia mendapatkan masalah besar. Masalah itu semakin besar, menjadi semakin rumit tanpa penyelesaian.

Disaat yang sama ia memiliki banyak teman gangster. Juga salah satu penjahat yang seorang muslim. Penjahat muslim ini hanya bisa berbuat onar bahkan solat pun tak pernah. Namun setiap ia bertemu dengan Philip, ia suka menceritakan fakta-fakta mengenai islam. Misalnya bahwa kata-kata dalam Al-Quran tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.

Sampai akhirnya suatu hari Philip memberanikan diri membeli Al Quran terjemahan seharga 15€. Ketika ia mulai membaca, ia merasakan bahwa kalimat-kalimat dalam Al-Quran memang bukan buatan manusia. Sejak itu lah ia mulai membaca Al-Quran, terlebih jika ia mendapatkan masalah.

Sampai pada satu titik ia bertemu dengan dua teman muslim lainnya, mereka adalah muslim yang taat. Ia mendapatkan banyak contoh baik dan akhirnya ia memutuskan untuk menjadi Muslim.


Lalu, dimana kelebihannya?

Untuk teman-teman yang aktif dalam kegiatan agama (re : aktivis dakwah)....

Pernah kah kita merasa senang menjalankan kegiatan dakwah meskipun badan terasa lelah? jawabannya mungkin sering.

Maukah kah kita rela sedikit tidur, untuk mempersiapkan acara besar masjid atau perayaan agama islam lainnya? jawabannya mungkin mau.

Apakah kita bahagia menjalani semuanya? hampir semua aktivis dakwah mungkin menjawab ya.

Lalu..

Pernahkah kita merasa senang jika pergi kuliah meski badan terasa lelah?
Maukah kita rela sedikit tidur untuk mempersiapkan urusan kuliah?
Apakah kita bahagia menjalani semuanya?

Sampai saat ini saya belum menemukan teman mahasiswa yang melakukan aktivitas kuliah se-ikhlas melakukan aktivitas dakwah. (Semoga saya salah..)

Justru disinilah titik dimana Allah akan memberikan pahala lebih banyak (insyaAllah).
Jika melakukan aktivitas dakwah terasa mudah dan menyenangkan, maka melakukan aktivitas kuliah yang sulit dan membosankan menjadikan pahala besar bagi yang bisa menjalankannya.

Apalagi pada kondisi teman-teman yang berada di luar negri, jerman misalnya..

Berkumpul menjalankan aktivitas dakwah jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan pergi kuliah.. mendengarkan dosen dengan bahasa yang tak langsung dimengerti.. Berkomunikasi dengan teman kuliah yang seringkali terbata-bata.. Melakukan praktikum, membuat presentasi dan sebagainya.. Justru disini Allah menghadiahkan pahala lebih bagi yang bisa melewatinya..

Sekali lagi, saya bukannya gegen dengan aktivitas dakwah, justru sebaliknya. Hanya saja jangan sampai para aktivis dakwah maju dengan pendidikannya yang terbengkalai. Semua harus berjalan beriringan.

Semoga kita tidak terlarut dalam aktivitas yang hanya membuat kita nyaman.. Kita akan selalu ingat pada kewajiban kita terhadap orang tua untuk menuntut ilmu. Dan semoga Allah SWT selalu menguatkan & meridhai dalam setiap langkah kita..


"Dikutip dari pesan salah satu kakak saya di Jerman--"



Masjid Indonesia Frankfurt
Ahad, 27.12.2015