Pages

Sunday, February 8, 2015

Graduation Everywhere!!


Buat kalian yang lulus SMA nya tahun 2011, pasti tau maksud dari foto ini :D ya... angkatan saya di tahun 2015 ini sedang sibuk-sibuknya nyusun skripsi, ngejar jadwal dan akhirnya wisuda!! Seneng liatnya.. Bahkan seminggu terakhir ini, timeline medsoc saya didominasi oleh foto wisuda. Hmmm dibalik rasa senang, ada juga sih rasa '&$"/)?:$!"/ *ceritanya gabisa diungkapkan* karena posisi kita mahasiswa di Jerman yang waktu lulusnya jauh dari mereka.

Keberhasilan kan ga diliat dari cepatnya lulus. Emang :) Tulisan saya sekarang ini bukan mau berkeluh kesah karena waktu lulus yang masih jauh dan sebagainya. Hanya ingin berbagi info biar tau dan ga kecewa nantinya kalo memutuskan kuliah di Jerman.

Kuliah di Jerman itu lama. Memang. Jadi yang mau cepet lulus, sebaiknya jangan pilih sekolah disini hehe. Teorinya kuliah S1 di Jerman hanya 6-8 semester dan untuk program Master sekitar 2-4 Semester. Hampir sama seperti di Indonesia. Terus apa dong yang membuat lama? Bagi kita yang ga bisa berbahasa jerman, wajib untuk kursus bahasa jerman dulu kurang lebih sekitar 6 bulan di Indonesia. Sebagai syarat bisa studi kesini. Itu normalnya ya.. dengan kata lain berubah peraturan setiap universitas dan jurusan membuat kemungkinan belajar bahasa bisa lebih cepat atau bahkan lebih lama. Bagi yang ingin kuliah S1 dan masih ''fresh from the oven'' re : baru lulus SMA, kita wajib untuk masuk Studienkolleg, yaitu sekolah penyetaraan yang lamanya sekitar 1-2 Semester. Jadi secara teori kita sudah terlambat 1-2 semester dari teman seangkatan kita yang kuliah di Indonesia. 

Tapi jangan sedih. Karena saya kuliah kedokteran, jadi saya hanya tau bahwa ini berlaku dalam pendidikan dokter. Bahwa selama program pendidikan dokter umum, kita juga bisa nyambi program Doktorarbeit*. Istilah kasarnya loncat ke S3. *sayangnya ini ga diakui kalo kita pulang ke Indonesia. Ditambah lagi pendidikan spesialis yang udah dianggap profesi, jadi kita menuntut ilmu sambil bekerja. Jadi ga rugi kan kuliah kedokteran di Jerman :))))

Jadi gimana dong baiknya kalo tetep mau kuliah di Jerman tapi ga mau telat lulus juga. Hmm menurut hemat saya, ya buanglah rasa gengsi dan malu itu. Malu kalo umur segini masih belum lulus kuliah. Malu umur segini belum bisa menghasilkan uang. Malu belum menikah dsb. Bahkan teman kuliah saya ada yang seusia ayah saya. Karena seperti diawal tadi, keberhasilan ga diliat dari seberapa cepat orang menyelesaikan masa studinya. Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing, biarlah Yang-Maha-Pencipta mengatur jalan hidup makhluknya. Tugas kita melakukan yang terbaik dalam setiap langkahnya. 

Karena orang yang berhasil adalah yang bermanfaat untuk sesamanya
Yang bisa menguasai amarahnya
Yang bisa menahan nafsunya
Yang bisa memberi dikala kesulitan
dan yang selalu bersyukur dalam keadaan senang dan sedih




*sepertinya tulisan saya kali ini sangat tidak nyambung* biarkanlah..



Selamat menikmati sisa akhir pekan!
Gießen, 08.02.2015


Thursday, January 15, 2015

Pre- & Post- Biochemie-Klausur

Der Titel scheint es so, wie Begriffe in der Biochemie.

Emang!! hehe. Hari ini lagi campur aduk perasaannya karena ujian Biokimia ini. Kali ini saya mau cerita gimana suasana sebelum-sedang-dan sesudah ujian Biokimia.

Pukul 18.10 CET gedung Kimia dan Fisika sudah mulai dipenuhi olah mahasiswa kedokteran Giessen, yang sebagian besar berada di semester 4. Semua sibuk masing-masing. Ada yang masih belajar, ada yang ngerokok *anak kedokteran kok ngerokok :/*, bercanda dengan temannya, panik dsb. Pintu utama gedung Kimia pun dibuka. Para mahasiswa berbaris teratur, menyiapkan kartu mahasiswanya sebagai tanda terdaftar menulis ujian. Para mahasiswa sibuk mencari tempat paling nyaman untuk menulis ujiannya. Yang jelas barisan paling belakang biasanya paling cepat penuh. Sebagian besar mahasiswa duduk berdekatan dengan temannya mainnya, entah apa motifnya. 

http://home.arcor.de/lc-pit/homepage/mathe/tutorium/HSB.JPG


Pukul 18.30 Prof. Niepmann mulai menjelaskan syarat menulis ujian, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tidak lupa juga menjelaskan cara mengisi jawaban pada lembar jawaban. Sistemnya mirip UN, karena lembar jawaban akan diperiksa oleh komputer. Tapi kita ga perlu melingkari, menyilangkan jawaban di dalam lingkaran saja sudah cukup. 

Saya gugup, karena saya ingin dan harus lulus ujian ini. Persyaratan untuk ujian negara saya bulan Maret nanti. Teman sebelah saya, Anna, membuat situasi semakin mencekam.

''Syifaaaa... das ist so traurigggg!!'' - ''Syifa... ini begitu menyedihkan!!''
''Das ist wahrscheinlich unsere letzte Klausur, die wir zusammen schreiben.'' - ''ini mungkin ujian terakhir kita, yang kita tulis bareng-bareng.'' 

Saya ga mau ambil pusing.. Cuma kasih senyum ke dia, terus minta permen buat bikin tenang sedikit hehe.

Soal dibagikan, ujian pun dikerjakan. Saya membuka halaman pertama.. Soal pertama? bisa.. Soal kedua? bisa.. Soal ketiga? hmmm... tandain dulu.. Sampe ke soal terakhir, saya baru nyadar cuma yakin 16 dari 30 soal. Padahal syarat kelulusan minimal 18 poin. Saya menggerutu dalam hati, ''Kenapa soalnya lebih susah dari alte Klausuren yang saya kerjakan :(''. Atas izin Allah SWT, saya bisa menjawab soal tersebut, 50% yakin, 50% menebak hehe. 

Selesai ujian para mahasiswa meninggalkan ruangan dan menunggu di aula. Menunggu apa? Menunggu kunci jawaban dibagikan oleh Prof. Niepmann. Ketika Prof. Niepmann datang, sekitar 70 mahasiswa ini mengerubunginya layaknya anak ayam yang kelaparan sedang meminta makan. Aula tiba-tiba menjadi ramai, lalu mendadak jadi sunyi. Semua mahasiswa sibuk menyamakan jawaban mereka dengan kunci jawaban.

''Ich will die Antwort gar nicht wissen..'' - ''saya ga mau tau jawabannya sama sekali'', kata saya pada Anna.

Dia tidak memedulikan saya, lalu lanjut mengoreksi jawabannya.. 

''Ahhh... Ich hätte von dir nicht abschreiben sollen!!'' - ''Ahhh.. seharusnya gue tadi ga nyontek dari lo!'', teriak salah satu cewek dari ujung sana.

''Juhuuu! Ich hab die Klausur bestanden!!'' - ''Yuhuuu.. gue lulus!!'', teriak mahasiswa lain.

Saya menoleh pada Anna, ''Wie viel hattest du?'' - ''Berapa kamu dapet?''
''Zehn...'' - ''Sepuluh..'', jawabnya dengan pelan.

Anna pun pergi meninggalkan saya tanpa berkata apapun.. Schade.. keliatannya dia sangat kecewa karena belum lulus (lagi) ujian biokimia ini. Saya mengamati lagi suasana sekitar. Ada yang teriak kegirangan, sampai lupa teman sebelahnya ada yang sedih karena tidak lulus. Ada yang kesal sambil menghentak-hentakkan kaki menunjukkan kekesalannya. Ada yang santai karena belum lulus lalu melanjutkan obrolan dengan teman lainnya. 

Saya menoleh jam.. Bus datang 20 menit lagi. Masih ada waktu.. Ah tapi raga saya tidak mau berada disini. Tidak suka melihat ekspresi teman-teman yang lulus dan tidak, seperti melihat drama. Saya pergi meninggalkan gedung Kimia itu. Berjalan menuju halte Bus sambil memikirkan, apa yang sedang Anna lakukan malam ini, disaat rasa kecewanya sedang memuncak. Maaf belum bisa jadi teman baikmu.



Gießen, den 15.01.2015
sambil-menikmati-deru-suara-kereta-api

Tuesday, January 13, 2015

Post-physiologie-klausur


Marktplatz, Gießen. 13.01.2015 21.10 CET

Hari ini...
schlechte Laune karena sulit mengerjakan soal ujian fisiologi..
semakin sedih karena ketinggalan bus yang-baru-aja-lewat-dihadapanku
sampai jadinya ketinggalan-bus-untuk-kedua-kalinya
dan akhirnya terdampar di pusat kota Gießen di malam hari

Memang Allah punya rencana yang indah..
sambil menunggu bus datang
menikmati rintikan hujan
di tengah kota Gießen yang------------sepi

Aku berdiri di bawah hujan..
Memejamkan mata..
Menikmati setiap rintikannya..

Aku rindu Bogor.....................

''Ich hab mein Herz in Bogor verloren''


Gießen, 14.01.2015

PS : tulisan ini bukan puisi :p



Saturday, January 10, 2015

11 Januari #edisi ke 3

Genap sudah hari ini
Tiga tahun menetap di tanah eropa..
Berbatas jarak ribuan kilometer
Bersama hati dan jiwa
Jauh dari yang tersayang..

Sudah 3 tahun disini..
Apa yang sudah kau lakukan?
Apa dedikasimu selama ini?
untuk keluarga?
negara?
agama?

Malam ini aku hanya ingin merenung
Tak lupa juga bersyukur..

Aku masih dalam perjalanan..
Tunggu saja jika waktunya telah tiba




Gießen, 11.01.2015
merenung-dalam-kesepian

ask.fm/gehtlosss


punya pertanyaan seputar kuliah di Jerman?
atau pengen tau hal-hal lain tentang Jerman?

Feel free to ask questions! :)
ask.fm/gehtlosss

Wednesday, December 31, 2014

Salju

http://dreamatico.com/snow/1/

Malangnya nasib si Salju..
ketika ia datang, semua mengelu-elukannya

Namun,
ketika ia sudah bersahabat dengan tanah
semua melupakannya

Layaknya manusia,
yang ketika terlahir ke dunia
tangisannya sebagai rasa haru bahagia

dan setelah kematiannya..
setelah bercampur dengan tanah..
siapa yang masih ingat?

Frankfurt, 31.12.2014

Friday, December 26, 2014

Buku Informasi Studi di Jerman




Setelah satu tahun buku ini diterbitkan, akhirnya saya baru bisa membacanya plus testimonial pengalaman pribadi saya mengenai pengurusan studi di Jerman. Agak kaget karena tulisan saya ternyata dimuat sampai 3 halaman! hehe.. 

Übrigens.. seperti judulnya, buku ini mengumpulkan berbagai macam Informasi mengenai studi di Jerman. Diantaranya adalah gambaran umum mengenai Jerman, persiapan studi, apa itu Studienkolleg, apa pentingnya Studienkolleg, bagaimana cara mendaftarnya, bagaimana persiapan menuju perguruan tinggi, perbedaan Universität & Fachhochschule, info beasiswa, hal-hal yang harus dilakukan ketika berada di Jerman, apa yang harus dilakukan setelah selesai studi di Jerman, daftar penerjemah tersumpah dan masih banyak info lainnya..




Buku ini bisa dikatakan sebagai buku pedoman agar tidak ''tersesat'' di Jerman :)) So... selamat membaca!! 

Spesifikasi Buku
Judul : Informasi Studi di Jerman
Penulis : WUSKI Team
Penerbit : World University Service Komite Indonesia
Tebal buku : 230 Halaman
Kontak : WUSKI Indonesia




Gießen, 26.12.2014
sambil menghabiskan tegukan terakhir Good Day Mocacinno